Menu

More on this category »

Remaja Transman Bunuh Diri setelah Perawat Rumah Sakit Terus Memanggilnya "Perempuan"

Kyler Prescott, saat itu berusia 14 tahun ketika ia meninggal, dia sedang diliputi rasa cemas dan depresi ketika akhirnya ia melakukan percobaan bunuh diri pada Mei 2015.

Ilmuwan Inggris Berada di Gerbang Penemuan Obat untuk HIV

Seorang pria Inggris yang hidup dengan HIV bisa menjadi orang pertama yang sembuh dari penyakit setelah Ilmuwan mengungkapkan berada pada ambang penemuan terhadap obat HIV yang mampu menyembuhkan secara permanen..

Pimpinan Gerakan LGBT Tunisia Di Temukan Dua Kali Melakukan Percobaan Bunuh Diri

Tidak mudah untuk berjuang dengan membawa bendera pelangi, Ahmed Ben Amor adalah seorang pemimpin hak-hak LGBT di Tunisia ditemukan telah melakukan percobaan bunuh diri untuk kedua kalinya dalam seminggu.

Benarkah, Tersangka Aksi di Bastille Seorang Biseksual?

Ada yang unik dari beberapa temuan di Aksi yang terjadi di Nice, Prancis saat perayaan Bastille Day kemarin.

Terapi HIV Menjadi Pencegahan HIV Bahkan Ketika Tidak Menggunakan Kondom

Dalam sebuah studi terbesar saat ini dengan mengguanakan 40.000 responden penelitian, peneliti Eropa menyimpulkan bahwa memungkinan orang yang hidup dengan HIV positif dan melakukan ART (Antiretoviral Teraphy) berhasil me'minimal'kan dampak paparan HIV kepada pasangan seksualnya.

Thursday, 30 June 2016

Ulama Pakistan membuat Fatwa Memperbolehkan Transgender Menikah





Pride Indonesia - Ulama Pakistan membuat trobosan luar biasa, sekelompok ulama Pakistan menyatakan pernikahan antar kaum waria dibolehkan dalam Islam. Mereka juga berhak dimakamkan secara Islam jika sudah meninggal.

Fatwa ulama Pakistan itu diperoleh kantor Reuters kemarin.

Fatwa baru tersebut dikeluarkan oleh Tanzeem Ittehad-i-Ummat—majelis ulama Pakistan. Menurut fatwa tersebut, pria transgender yang memiliki tanda-tanda menjadi lelaki diperbolehkan untuk menikahi seorang wanita transgender yang memiliki tanda-tanda menjadi perempuan.

Pria juga diperbolehkan untuk menikahi waria (wanita pria) yang berpenampilan perempuan.

Tapi, keputusan para ulama itu menuai kritik keras. Para penentangnya menilai mustahil waria dengan tanda-tanda dari kedua jenis kelamin menikah dengan siapa pun.

Selain soal pernikahan, fatwa ulama Pakistan juga menyimpulkan bahwa orang-orang transgender tidak bisa dicabut hak mendapatkan warisan.

”Orang tua yang melakukannya, mengundang murka Tuhan,” bunyi kutipan fatwa itu, seperti dikutip UPI. Para ulama menyerukan kepada pemerintah untuk mengadili orang tua yang mengambil tindakan seperti itu.

Lebih lanjut, fatwa ulama menyatakan dosa jika mempermalukan, menghina atau menggoda waria dengan cara apapun, termasuk menolak hak mereka untuk dimakamkan sesuai aturan Islam.

Kendati berpengaruh terhadap kelompok agama, fatwa tersebut tidak mengikat secara hukum. Di Pakistan, pernikahan kaum gay dalam bentuk apa pun bisa dihukum penjara seumur hidup. Di negara itu, juga tidak mengenal “jenis kelamin ketiga” pada identitas kartu tanda penduduk (KTP).

Aktivis transgender menyambut fatwa ulama yang dikeluarkan hari Minggu, dan meminta pemerintah untuk membuat keputusan yang mengikat secara hukum.

”Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah bahwa ulama telah mengangkat suara mereka dalam mendukung hak-hak kaum transgender,” kata aktivis transgender Qamar Naseem.

”Tapi kita harus melangkah lebih jauh untuk orang-orang transgender dan negara perlu untuk memperkenalkan undang-undang di atasnya.”


Pada 2012 Mahkamah Agung Pakistan menyatakan warga transgender punya hak setara warga lainnya, termasuk hak mendapat warisan.

Namun hukum pernikahan di Pakistan hingga saat ini masih abu-abu. Kaum homoseksual hingga kini dilarang menikah.


Paus Fransiskus mengatakan Gereja harus meminta maaf pada kaum gay





Pride Indonesia - Paus Fransiskus mengatakan Gereja Katolik Roma harus meminta maaf kepada para kaum gay atas cara-cara mereka dalam memperlakukan kalangan homoseksual.


Kepada para wartawan Paus menambahkan bahwa Gereja tidak punya hak untuk menghakimi komunitas gay, dan harus menghormati mereka.

Paus juga menambahkan Gereja harus meminta pengampunan dari orang-orang yang sudah terpinggirkan, baik dari kalangan perempuan, orang-orang miskin, dan anak-anak yang dipaksa bekerja.

Sikap positif Paus terhadap kaum homoseksual ini dipuji oleh banyak orang dalam komunitas gay, namun sebagian umat Katolik konservatif mengkritiknya dengan mengatakan pernyataan Paus bercabang soal moralitas seksual.

Berbicara kepada sejumlah awak media di pesawatnya sekembalinya dari Armenia, Paus mengatakan: "Saya akan mengulangi apa yang Katekismus Gereja katakan, bahwa mereka (kaum homoseksual] tidak boleh didiskriminasi, mereka harus dihormati, dan didampingi secara pastoral." Begitu ungkapan Paus sebagaimana dilansir dari BBC.

Paus Fransiskus mengatakan Gereja harus meminta pengampunan dari orang-orang yang telah terpinggirkan.

"Saya pikir Gereja bukan hanya harus meminta maaf kepada seorang gay yang merasa tersinggung, tetapi juga meminta maaf kepada orang-orang miskin, para wanita yang telah dimanfaatkan, juga pada anak-anak yang sudah dimanfaatkan (dipaksa untuk) bekerja. Harus meminta maaf karena telah diberkati dengan begitu banyak senjata. "

Pada tahun 2013, Paus Fransiskus menegaskan kembali posisi Gereja Katolik Roma bahwa tindakan homoseksual adalah dosa, namun orientasi homoseksual tidak.

“Jika seseorang berorientasi gay, mencari Tuhan, dan memiliki niat baik, apa saya punya hak untuk menghakimi mereka,” tuturnya lagi.

Dalam sambutan lainnya pada hari Minggu (26/6), Paus mengatakan dia berharap Uni Eropa akan pulih menyusul keputusan Inggris untuk meninggalkan organisasi itu.

"Ada sesuatu yang tidak berjalan dalam organisasi besar ini, tapi jangan melempar bayi keluar dengan air mandi, mari kita coba untuk memulai hal-hal, untuk menciptakan kembali," katanya.

Selama kunjungannya ke ibukota Armenia, Yerevan, Paus menjelaskan pembunuhan massal warga Armenia di bawah kekuasaan Turki Ottoman dalam Perang Dunia Pertama sebagai "genosida".

Turki selalu membantah jumlah orang yang tewas dan marah serta menolak istilah "genosida".
Wakil perdana menteri Turki, Nurettin Canikli menanggapi komentar Paus, dia "sangat menyayangkan" pernyataan Paus. Dirinya pun menambahkan komentar itu "mungkin untuk melihat semua refleksi dan jejak mentalitas tentara salib dalam tindakan kepausan".

Juru bicara Paus, Pastor Federico Lombardi, lantas mengatakan kepada para wartawan: "Paus tidak sedang berada pada perang salib. Dia juga sedang tidak mencoba untuk mengatur perang ataupun membangun dinding, tapi dia ingin menjembatani. Dia tidak mengatakan sepatah kata terhadap orang-orang Turki."

Monday, 27 June 2016

[OPINI] ISLAM dan SEJARAH PANJANG HOMOPHOBIA




Pride Indonesia -  Penembakan Orlando menjadi sebuah misteri yang memang sangat sulit untuk dijawab, fakta bahwa Omar Mateen sering mengunjungi Pulse, tempat dimana terjadi penembakan membuat banyak pakar psikologi bahkan di sleuruh dunia mencoba membuka diskusi tentang "Internalished homophobia". Dimaana Homophobia teradi karena "Terinternalisasi" sebagai sebuah kebencian terhadap identitas tubuhnya yang meluap dalam bentuk penembakan tersebut.
Uniknya, Omar sempat menghubungi 911 dan menyatakan sumpah kesetiaan terhadap ISIS namun juga bukan hanya ISIS melainkan juga termasuk Al Qaida, dan Heshbullah dimana kelompok-kelompok tersebut pada hakikatnya sangat berbeda dan saling berperang karena perbedaan idiologi politik yang dimiliki dan tentunya idiologi politik atas dasar apa yang diyakininya.
Penembakan Orlando yang membuat Omar Mateen juga mati tertembak oleh polisi dan menjadi salah satu sejarah penembakan terburuk di Amerika telah membuka banyak ruang diskusi bukan hanya pada persoalan Amerika yang masih berjuang untuk melakukan pengendalian terhadap kepemilikan senjata yang dimiliki oleh sipil. Namun juga membuka ruang diskusi tentang bagaimana Islam memandang keragaman seksualitas dan sejauh mana kelompok Islam di negara dimana Islam menjadi minoritas justru terkonseksi juga dengan perjuangan LGBTIQ yang sedang melawan Homophobia atau mulai terbukanya mereka yang LGBTIQ Muslim.
Uniknya memang Omar Mateen dan ini akan menjadi pembelajaran yang sangat baik untuk membuka ruang diskusi antara Islam dan LGBT dan bagaimana Sejarah Islam memandang LGBT sebagai bagian dari keragaman seksualitas, tentunya berbasis pada ungkapan Sang Istri yang menyatakan bahwa Omar peyakini bahwa dirinya adalah seorang Gay serta bagaimana Omar menggunakan aplikasi Gay dan menggunakanya untuk mengadakan "Kencan" serta tentunya kenyataan bahwa Omar juga sering berkunjung ke Pulse.
Stigmasi Homoseksualitas
Dalam teori kebutuhan dasar Maslow menjelaskan bagaimana hirarki kebutuhan manusia ditaruh dalam piramida kebutuhan dasar manusia dan kebutuhan fisiologis sebagai kebutuhan dasar dari setiap manusia termasuk didalamnya adalah bagaimana kebutuhan seks adalah menjadi kebutuhan dasar manusia (tentunya mnejadi berbeda untuk mereka yang aseksual tentang perspektif “kebutuhan seks” ini. Lalu persoalan menjadi muncul ketika kebutuhan itu meningkat pada level berikutnya yaitu kebutuhan atas keamanan, terutama keamanan yang bersifat sosial atau dalam bahasa yang dikenal oleh pergerakan LGBT disebut sebagai “Safe space” tidak terjawab.
Kebutuhan dasar yang “ditekan” oleh perspektif lingkungan yang tidak memberikan ruang yang langsung memberikan “Blok” yang teramat dalam terhadap apa yang dirasakan didalam hatinya yang terjadi secara alamiah (Jatuh cinta, merasa tertarik pada seseorang, dll) dan apa yang “lingkungan bangun” sebagai sebuah konstruksi sosial.
“Luka” akan semakin dalam ketika kita melihat pada level berikutnya, yaitu kebutuhan mencintai dan dicintai bagaimana mereka merasa “Diterima”, bagaimana mereka di hargai, dikasihi dan dicintai baik oleh orang yang dicintai dan tentunya lingkungan. Saat lingkungan tidak dapat menerima identitas dirinya, secara otomatis membuat seseorang memiliki ekspektasi yang sangat tinggi terhadap lingkungan yang dianggap mereka sebagai “Safe space” dan sayangnya, seringkali ekspektasi akan selalu tidak akan bisa sama dengan realita dan akhirnya membuatnya makin terluka dalam.
Sejarah Seksualitas Islam
Pada masa kejayaan Islam di Abad ke-8 dimana Khalifah Harun AL Rasyid memimpin, Harun Ar-Rasyid adalah kalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah kalifah yang keempat. Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.
Pada masa itu. Selain kisah kejayaan dalam membangun Kota Baghdad dan keberhasilannya memberikan perlindungan, kemanan, kesejahteraan dan kedamaian kepada rakyatnya. Juga membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, mesjid-mesjid, dan istana. Disini uniknya. Ia memiliki seorang kadi (penasihat kerajaan) yang sangat cerdas yang dikenal dengan nama Abu Nawas menurut cerita Rakyat Irak, ia suka menantang Abu Nawas dengan hal yang aneh kepada Abu Nawas bahkan di salah satu cerita rakyat ia pernah disuruh memindahkan istananya. Kita tau tentang kisah Abu Nawas nyaris sebagai dongeng namun yang tidak banyak diketahui oleh orang adalah identitasnya sebagai seorang Gay dan Khalifah tetap memberikan kepercayaan Abu Nawas sebagai seorang penasehat.
Salah satu tokoh paling penting pada masanya dimana Gay juga diberikan peranan yang sangat penting dipemerintahan, salah satu tulisan yang terkenal dan masih bisa bertahan sampai sekarang adalah kisah 1001 malam atau dalam bahasa Urdu dikenal sebagai Alif Laila, namun sebagaimana kita ketahui sejarah Abu Nawas tidak diugkap di publik karena identitas seksualnya dan pada tahun 2001, karena dianggap sebagai bagian dari “Sejarah buruk” bagi Islam, Kementrian Kebudayaan Mesir membakar lebih dari 6000 karyanya yang dianggap menunjukkan “Homoerotism”.


Kondisi Orlando sempat membuat salah satu tokoh muslim berkicau “Berarti, hakikatnya ISIS tidak tau sejarah tentang kekhilafahan” sebagaimana kicauan Khaled Diab seorang wartawan keturunan Belgia-Mesir, lalu melanjutkanya dengan kalimat “Di Baghdad, itu akan melibatkan arak, syair-syair untuk anggur, dan ilmuwan dari istana” merujuk pada kisah Abu Nawas.
Selain Abu Nawas, ada banyak kisah tentang interaksi homoseksual pada masa kekhalifaan, nahkan sastra percintaan antar dua lelaki sebagaimana pernah tertuang pada syair cinta Jalaludin Rumi kepada Syam dan kesedihan akan kehialanganya yang menciptakan tarian sufi paling terkenal.
Melawan Kontaminasi Kolonialisme
Baghdad adalah, sampai saat Mongol menginvasi dan menghancurkan, menjadi bagian modal dari banyak budaya dunia - New York City pada masanya. Jika Nuwas dan puisi homoerotic nya bisa mewakili seberapa tingginya budaya Baghdadi, adalah wajar bahwa masyarakat Muslim lainnya juga seharusnya sangat terbuka terhadap homoseksualitas. Sebagai sejarawan Saleem Kidwai menempatkannya dalam buku luar biasa tentang Kisah Cinta Sesama Jenis di India, "laki-laki Homoerotically justru cenderung terlihat nyata dalam sejarah abad pertengahan Muslim dan umumnya digambarkan tanpa komentar yang merendahkan."
Tantanganya adalah, bagaimana sejarah mengenai keberagaman seksualitas tersebut dapat menjadi bagian dari persoalan yang sudah terlanjur terkontaminasi oleh perspektif sejarah kolonialisme yang saat itu menganggap bahwa homoseksualitas sebagai perendahan martabat bangsa barat sebagaimana kisah Sutjipto tentang bagaimana yang pada masa awal penerbitan sebenarnya diberikan judul “Djalan Sempoerna” dan kemudian diganti menjadi “Gay Pilihan Jalan Hidupku” dan sempat ditarik oleh pemerintahan Suharto.
Buku yang ditemukan oleh Ulrich Kratz pada tahun 1970 di Perpustakaan Nasional tersebut mengisahkan bagaimana gerakan anti-homoseksual pada masa kolonialisme antara 1938-1939 didasarkan pada kisah asli dari Sutjipto saat terjadinya tindakan untuk menangkap mereka yang diduga homoseksual dan pasangan Sujtipto saat itu adalah Overbeck termasuk saat itu Walter Spies, Balinonologis Roelof Goris.

Tuesday, 14 June 2016

Penembak Orlando Memiliki Aplikasi JackD dan Sering ke Gay Club






Pride Indonesia - Beberapa saksi mata memberikan laporan yang mengejutkan, dari pemantauan GSN, Gawker dan LA Times mengungkapkan bahwa pelaku yang melakukan penembakan brutal pada Sabtu malam itu bukan pertama kalinya penembak Omar Mateen telah ke klub malam Pulse di Orlando tersebut.

Dia juga sempat dikabarkan menghubungi beberapa pria pada aplikasi socmed gay.
Kevin West mengatakan pada MSNBC bahwa Mateen menghubunginya dan setidaknya satu temannya tiga bulan yang lalu melalui aplikasi Jack'D.
"... Dia mengatakan hal-hal seperti," klub Apa yang ada dan hal-hal semacam itu, apa tempat yang asik buat hangout? "' West mengatakan kepada koresponden MSNBC Chris Hayes.
Menurut beberapa saksi, pria berusia 29 tahun tersebut telah pergi ke Pulse setidaknya sudah lebih dari sepuluh kali sebelumnya dalam tiga tahun terakhir dan kadang-kadang minum berlebihan.
"Kadang-kadang ia akan pergi di pojok ruangan dan duduk dan minum sendiri, dan di  lain hari ia akan mabuk dan melakukan kekacauan jadi dia memang berwatak keras dan agresif," Ty Smith menceritakan pada Orlando Sentinal.
Ditambahkan Smith: "Kami tidak benar-benar berbicara banyak dengan dia, tapi saya ingat dia terkadang bercerita tentang ayahnya beberapa kali. Dia bilang dia punya istri dan anak. "
Pasangan Smith, Chris Callen, mengatakan pada Canadian Press. Mereka berhenti berbicara dengan Mateen setelah ia mengancam mereka dengan pisau selama perbincangan panas tentang agama.
"Dia telah pergi ke bar ini untuk setidaknya selama tiga tahun," kata Callen.
Pasangan ini juga mengisahkan sebelumnya tentang keyakinanya bahwa ayah Mateen pasti akan mengatakan anaknya menjadi marah baru-baru ini setelah melihat dua pria berciuman.
Kata Smith: 'Beberapa orang-orang melakukan lebih dari sekadar itu (ciuman) di luar bar .... Ia berpesta dengan orang-orang yang konon mengajaknya untuk melakukan hal ini? '
Mateen menewaskan setidaknya 49 orang sebelum akhirnya ia bunuh diri. Lain 53 orang terluka dalam pembantaian di dini hari Minggu.
Dia berkomitmen penembakan massal terburuk dalam sejarah AS. Mateen berbaiat setia kepada Negara Islam (juga dikenal sebagai ISIL).

Seorang yang Diduga Akan Melakukan Penyerangan di LA Pride di Tangkap


Pride Indonesia - Kepolisian LA melakukan penangkapan terhadap seorang pria sebelum Acara LA Pride dimulai pada, 12 Juni di Los Angeles. Terduga yang bernama James Wesley Howell diduga akan melakukan penyerangan dalam acara tersebut.
Menurut Departemen Kepolisian Santa Monica, tersangka adalah James Wesley Howell. Dia berasal dari Indiana tetapi, seperti yang dilaporkan Indy Star, saat ini tidak ada informasi yang pasti darimana dia berasal.
Menurut ABC 7, stasiun berita lokal, polisi menghentikan laju kendaraan Howell setelah adanya laporan dari warga. Tersangka sedang duduk di mobilnya ketika polisi tiba. mobil terdaftar di Indiana.
Petugas menemukan tiga senjata serbu, Majalah terkemuka dan amunisi, dan lima galon bahan kimia yang bisa digunakan untuk membuat bahan peledak.
Laporan sebelumnya mengatakan tersangka diduga mengatakan ia ingin melakukan serangan pada parade LA Pride. Namun laporan tersebut telah diklarifikasi. Polisi Santa Monica Letnan Saul Rodriguez mengadakan konferensi pers hari ini,Howell mengakui bahwa ia hanya ingin menghadiri acara LA Pride .
Penjinak bom telah melakukan pemeriksaan pada kendaraan dan area sekitarnya.
FBI merupakan bagian dari penyelidikan.
Saat ini kejadian tersebut tidak ada hubungan dengan serangan di Orlando, Florida.


 

Monday, 13 June 2016

James Corden Mempersembahkan 70th annual Tony Awards Untuk Tragedi Orlando


Pride Indonesia - James Corden membuka 70thTony Awards dengan pesan sedih tentang serangan teror mengerikan di sebuah klub malam gay di Orlando, Florida, yang menewaskan 50 orang tewas dan 53 luka-luka.

'Di seluruh dunia, orang berusaha untuk berdamai dengan peristiwa mengerikan yang terjadi di Orlando pagi ini," kata Corden. 'Atas nama seluruh komunitas teater dan setiap orang di ruangan ini, hati kita hadir bersama mereka yang terkena dampak kekejaman ini. Semua dapat kita katakan adalah Anda tidak sendiri sekarang."
'Tragedi Anda adalah tragedi kami," lanjutnya. 'Theater adalah tempat di mana setiap ras, keyakinan, seksualitas dan jender sama, dipeluk, dan dicintai. Benci tidak akan pernah menang. Bersama-sama, kita harus memastikan bahwa. acara malam ini berdiri sebagai simbol dan perayaan prinsip itu. "







Acara penghargaan tersebut telah menciptakan warna pita perak untuk menghormati para korban penembakan.
Di karpet merah, selebriti termasuk Corden, Cate Blanchette, Neil Patrick Harris dan lebih mengenakan pita 'mengenang' dari mereka yang terluka oleh kekerasan yang tidak masuk akal.

Kisah Ibu yang Mencari Anak dan Pasanganya di Tragedi Orlando



Pride Indonesia - Kisah tragedi Orlando membuat kita harus berfikir bahwa kebencian terhadap LGBTIQ bisa saja terjadi di Indonesia, namun dari semua berita tentang Tragedi Orlando, ada kisah manis namun tragis dari seorang Ibu yang mencari anak dan pasangannya dan telah menjadi viral di sosial media dan diwawancarai oleh ABC dan CNN.

Christine Leinonen berbagi kisah tentang anaknya Christopher dengan ABC News, meskipun kematiannya saat itu belum resmi.Polisi Orlando mengatakan bahwa 48 dari 50 dari mengidentifikasi korban telah dikonfirmasi, namun daftar lengkap nama-nama belum akan dirilis.Christine sebelumnya diwawancara sedang menunggu kabar tentang keberadaan anaknya di luar Medical Center Orlando Regional kemarin, dengan kata-kata yang kuat dia menangkap banyak kisah sedih dari hati seorang ibu.Selama wawancara, dia membuat ungkapan yang emosional mengenai kepemilikan senjata, mengatakan: "Bisakah kita melakukan sesuatu dengan senjata sehingga kita bisa menghentikan ini 'Dia menambahkan: 'Silakan mari kita bersama. Kita di dunia ini hanya sementara. Mari kita mencoba untuk menyingkirkan kebencian dan kekerasan. '


 
Dia menambahkan bahwa kata-kata terakhir dari sang anaknya adalah 'Aku mencintaimu.". Sayangnya, pada akhirnya beliau mengetahui bahwa anak dan pasanganya adalah termasuk dari dua korban tewas dari 50 orang yang menjadi korban tewas pada tragedi tersebut.Omar Mateen menewaskan 50 orang dan melukai 53 lainnya di Klub Malam Pulse di Orlando kemarin. Ia kemudian tewas dalam baku tembak dengan polisi.
More on this category »