![]() |
| Sumber : http://gaypress.eu/wp-content/uploads/2014/ 10/wpid-received_10205115812605559.jpeg |
Arsitek Mikhail Pischevsky terbangun dari koma sebulan setelah serangan brutal di Minsk, Belraus, tetapi tidak pernah sepenuhnya pulih dan tetap di rumah sakit sampai akhirnya meninggal dunia pada Selasa (27 Oktober).
Dia meninggal setelah dokter memutuskan untuk mengoperasi sekitar 20% dari otak dengan harapan bahwa dengan cara tersebut diharapkan bisa menyelamatkannya.
24 Mei 2014 adalah hari yang sangat naas bagi Mikhail Pischevsky usai meninggalkan klub gay di Ibukota Belarus tahun lalu saat ia secara tiba-tiba diserang secara membabi buta bersama dua rekanya karena alasan orientasi seksualnya oleh orang asing sebagai bentuk serangan anti-gay dengan cara yang sangat mengerikan, dia ditinggalkan dengan cedera di kepala dengan luka yang sangat parah, sebagaimana dilaporkan oleh Gay Press.
Orang tua Mikhail dan teman-teman saat itu tidak berani mempublikasikan cerita karena takut kecaman dari para tetangga, teman dan masyarakat, pada umumnya. Titik balik terjadi ketika Mikhail keluar dari koma sebulan setelah kecelakaan mengerikan dan ketika ada muncul harapan untuk kembali dia untuk hidup.
Penyerangnya, Dmitry Lukashevich, dihukum dua tahun, delapan bulan penjara karena perbuatanya dan dianggap "tidak sengaja ditimbulkan luka berat" dan diperintahkan untuk membayar denda sebesar lebih dari 100 juta rupiah untuk kerugian yang ditanggung Pischevsky dan lebih dari 45 juta rupiah untuk kerugian yang ditanggung ibu Pischevsky ini.
Namun, Lukashevich justru mendapatkan remisi setelah 11 bulan di penjara.
Aktivis dari "Rusia-Speaking" Asosiasi LGBT Amerika mencoba mengajukan tuntutan baru untuk Pischevsky dengan menyatakan untuk bersiap diri menghadapi tuduhan baru dalam dakwaan pembunuhan setelah kematian Mikhail.
"Kami memohon masyarakat internasional, dengan politisi dan tokoh masyarakat untuk mengajukan tuntutan ini setiap kali mereka bertemu setiap perwakilan pemerintah Belarusia", kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan. "Mengapa pembunuh Mikhail tidak didakwa dengan pembunuhan? Kami menuntut jawaban. ".
Kejadian ini cukup unik karena pertama kali kekerasan berbasis orientasi seksual di Rusia yang menganut UU Anti Propaganda LGBT mendapat perhatian media yang cukup luas dan menjadi perhatian publik Internasional.
Mikhail Pischevsky sendiri sebenarnya adalah seorang Gay Descreet (Tertutup) baik di lingkungan pekerjaanya sebagai seorang arsitek maupun di pihak keluarga, tidak ada satupun keluarga yang mengetahui tentang seksualitasnya hingga peristiwa tragis tersebut terjadi. Itulah yang membuat keluarga awalnya menjadi sangat takut ketika peristiwa ini terjadi karena tekanan lingkungan dan menjadikannya sangat tertutup terhadap Jurnalis LGBT Belarusia.
![]() |
| Sumber : http://gaypress.eu/wp-content/uploads/2014/ 10/wpid-received_10205115817085671.jpeg |
Ibu Mikhail sangat terpukul dengan kejadian tersebut karena Mikhail dianggap sebagai anak yang sangat berbakti dan sayang pada ibunya. Sebagai anak yang mandiri dan gigih hingga bisa membeli apartemen dan mobil sendiri bahkan sempat mengajak ibunya berlibur ke Thailand "Lebih baik ibu keluar saja dari pekerjaan, ibu sudah saatnya beristirahat dan mulai berlibur" Kenangnya.
Sayangnya, impian tersebut tidak akan pernah terjadi karena Mikhail diserang secara brutal beberapa hari setelah mengungkapkan impiannya tersebut kepada ibunya.
Sumber


0 comments :
Post a Comment