Pride Indonesia - Sebuah kelompok non-partisan diluncurkan Senin (1 Maret) untuk membuat kasus LGBT bagi Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa. Salah satu tujuan utama dari kelompok ini adalah untuk menghilangkan mitos bahwa hak LGBT di Inggris berasal dari keanggotaan Uni Eropa.
Britania Raya memiliki pilihan yang sulit pada bulan Juni 2016 nantinya. "Haruskah Inggris tetap menjadi anggota Uni Eropa atau meninggalkan Uni Eropa?" Setelah Perdana Menteri Cameron menyetujui paket perubahan keanggotaan Inggris dari Uni Eropa, benang merah perseteruan tersebut dinyatakan setelah ditariknya di seluruh partai politik besar dan kecil. Menteri Luar Negeri Philip Hammond mengatakan bahwa pemilihan untuk Inggris meninggalkan Uni Eropa apakah akan berdampak pada negara yang menjadi "lemah, kurang aman dan lebih buruk." Sedangkan rekannya, dan juru kampanye terhadap pro-keluar dari Uni Eropa, Duncan Smith menuduh menteri menghasilkan ungkapan "Ungkapan Cerdik" tentang efek meninggalkan Uni Eropa.
Minggu ini, kelompok kampanye baru yang terdiri dari orang-orang LGBT yang tidak berafiliasi dengan partai politik, telah meluncurkan kampanye mereka untuk meninggalkan Uni Eropa. Out and Proud bertujuan untuk menyatukan komunitas LGBT yang percaya bahwa Inggris akan lebih baik berada di luar Uni Eropa dan jauh dari birokrasi Brussels '.
Menulis di situs web mereka, outandproud.org.uk, kelompok ini mengatakan bahwa mereka "percaya bahwa Uni Eropa telah melakukan tidak berdampak untuk memperbaiki kehidupan orang-orang LGBT di negara-negara Eropa yang konservatif," dan menambahkan bahwa jika Inggris ada di luar Uni Eropa itu bisa jadi lebih baik" Menyuarakan Hak LGBT di seluruh dunia, terutama dalam Commonwealth."
Kelompok ini berencana menyelenggarakan sejumlah acara dalam menjalankan kampanyenya sampai dengan referendum pada 23 Juni - serta penerbitan artikel dan komentar di situs web mereka.
Direktur Out and Proud, Adam Lake, berkomentar dalam sebuah pernyataan: "Salah satu tujuan utama dari kelompok ini adalah untuk menghilangkan mitos bahwa perjuangan untuk mendapatkan hak bagi LGBT di Inggris berasal dari keanggotaannya di Uni Eropa".
"Dari 28 anggota Uni Eropa enam negara masih belum secara resmi mengakui hubungan gay dalam bentuk apapun, enam belas telah memilih untuk tidak melegalkan pernikahan gay dan tujuh negara merasa begitu kuat bahwa konsep pernikahan gay menganggap sebagai sebuah kekejian bahwa mereka memiliki larangan secara konstitusional terhadap LGBT.
"Sebaliknya dekriminalisasi tindakan LGBT, persetujuan pada kesetaraan, hak sebagai pasangan dan pernikahan dalam kesetaraan, adopsi anak untuk pasangan LGBT dan akses yang sama terhadap IVF dan hak untuk mengubah jenis kelamin hadir di tempat sebagai sebuah kesetaraan karena perundang-undangan dibuat dan disahkan oleh parlemen Inggris"
Selain kehadiran online mereka, Out and Proud menghimbau kepada pendukung LGBT untuk berpikiran membuat Video 'Coming Out', untuk "mendorong orang lain untuk berbagi pandangan mereka."
Salah satu awal pengikut (Follower) Twitter kelompok itu Juru Bicara Parlemen UKIP Suzanne Evans

0 comments :
Post a Comment