Pride Indonesia - Bagi Ekstrimis Islam ISIS, mendengarkan lagu pop seperti sebuah pesta dan mempromosikan LGBT.
Itulah yang terjadi pada anak yang masih berumur 15 Tahun yang tertangkap sedang mendengarkan lagu dari CD saat ikut menjaga toko milik sang ayah di Mosul Barat, Irak.
Dia dibawa oleh anggota kelompok jihad dan dipukuli.
Ayham diadili di pengadilan syariah lokal, di mana ia ditemukan bersalah karena sebuah 'kejahatan' mendengarkan musik pop Barat.
ISIS, atau Da'esh, percaya musik pop bertanggung jawab untuk membuat orang bejat, jahat dan gay. Para ekstremis percaya orang gay adalah 'terburuk dari makhluk'.
Menurut sumber, yang mengatakan kepada media Kurdi, anak itu 'dieksekusi oleh eksekutor di alun-alun kota di pusat kota'.
Hal ini diyakini eksekusi yang membuat marah bagi orang yang tinggal di Mosul, dengan beberapa orang ikut memegang dan berjaga di rumah keluarga korban dan berusaha membelanya. Namun tidak mungkin, mengingat kekuatan kelompok jihad lebih besar dan menguasai besar wilayah Irak dan Suriah, namun masyarakat mengungkapkan kejadian ini bisa jadi bahwa ini akan berakhir atau bahkan mengubah cara untuk meneror mereka.

0 comments :
Post a Comment