Menu

More on this category »

Tuesday, 29 March 2016

Seorang Dokter di Saudi Diinterogasi oleh Polisi Syariah Karena Mengibarkan Bendera Pelangi di Rumahnya


Pride Indonesia - Seorang dokter di Arab Saudi mendapat kejutan dalam hidupnya awal bulan ini ketika Polisi Syariat Islam muncul di depan pintu untuk menanyainya tentang bendera pelangi yang ia kibarkan pada tiang bendera tiga meteran lebih dari rumahnya di kota pelabuhan di Jeddah.

Polisi Syariat Saudi, secara resmi dikenal sebagai Komite untuk Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, ditangkap dokter dan membawanya untuk diinterogasi.

Ketika mereka bertanya kepadanya mengapa ia memiliki sebuah bendera pelangi dan apakah ia mencoba untuk mendukung LGBT dia mengatakan kepada mereka bahwa dia tidak tahu apa makna bendera tersebut, apalagi bahwa itu adalah simbol dari komunitas gay di seluruh dunia.

Menurut laporan dia telah membeli bendera secara online setelah salah satu anaknya melihat dan mengatakan bahwa dia pikir bendera itu cukup menarik. Dokter itu dibebaskan dengan tebusan setelah menjawab dan meyakinkan polisi agama bahwa dia tidak tahu apa yang dia lakukan, dan bendera disita.

Arab Saudi adalah salah satu dari sepuluh negara dengan mayoritas Muslim yang masih menghukum homoseksualitas dengan hukuman mati.

Kebingungan serupa terjadi di Afghanistan pada tahun 2011 di mana mobil bekas ditempel dengan pelangi stiker kebanggaan gay yang telah diimpor dari Kanada memicu sebuah trend untuk mereka di antara sopir sampai akhirnya warga Afghanistan belajar apa makna lambang dari stiker pelangi tersebut dan segera mengakhirinya.

0 comments :

More on this category »