Semarang- Lembaga Pers Mahasiswa Gema Keadilan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang gagal menggelar diskusi dengan tema lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) pada Kamis, 12 November 2015. Kegagalan itu akibat pelarangan yang dilakukan dekanat karena mendapat tekanan dari ormas tertentu. "Dalam waktu yang berbeda, ada polisi dan ormas yang masuk ke dalam lingkungan kampus Fakultas Hukum," kata Pemimpin Umum LPM Gema Keadilan, Febri Tuanto, Jumat, 12 November 2015. Berikut adalah kronologi pelarangan diskusi yang dilansir pengelola LPM Gema Keadilan ke publik:
Pada 6 Oktober 2015 lalu, Divisi Litbang LPM Gema Keadilan FH Undip mengadakan rapat untuk menentukan tema yang akan diambil untuk #NGOPI 6 (Ngobrol Pintar). Hasil rapat menyepakati tema: "LGBT dalam Sosial Masyarakat Indonesia".
Febri menyatakan, tujuan diskusi murni bukan untuk mendoktrin setuju atau tidak setuju terhadap LGBT, melainkan untuk membahas masalah LGBT dari sudut pandang yang lebih luas. Panitia juga mengundang pembicara dari LGBT sebagai pelaku, akademisi dari kedokteran dan HAM yang akan melihat fenomena ini dari kacamata ilmiah.
0 comments :
Post a Comment